Thursday, December 4, 2014


Penggal Kenangan



Yust,
ini Desember yang selalu kau bayangkan,
memori tentangmu kembali menyeruak datang.

Lihatlah buah-buah randu yang mulai menebar pilu, ngilu.
Seperti masa itu,
saat dingin merayap memeluk tidurmu,
yang diam, hening dalam beku.

Flamboyan mulai berjatuhan,
seiring pergimu dalam keabadian.

Akan terus kujalani,
akan terus kunikmati.
Biar, walau sampai mati
kisahku denganmu
jadi pembelajaran diri.

Aku hanya perlu waktu
untuk bisa melepasmu dengan keihklasan....
Selamat datang kebahagiaan,
sambut aku dengan keajaiban.

in memorrium with #YPAR

Monday, October 27, 2014



My antology 
Indahnya Perpisahan

Indahnya Kenangan

And,


Kembali padamu,
bukan maksudku mencari kembali hati yang kutitipkan dahulu.
Kuhanya ingin bertemu,
sekedar menuang rindu,
yang bertahun kusimpan dan diam di sudut hatiku, beku.

Namun entah mengapa,
pertemuan denganmu malah menyiksaku,
melihat nyata keberadaanmu makin menderaku.

Sengaja,
aku menjauh bukan untuk menghindarimu.
Sengaja,
aku menjauh hanya untuk menjaga pagar ayu.

Kau bukan lagi milikku,
aku tak lagi berhak bahkan untuk separo hatimu.
Jangan pernah mengusikku.
Biarkan aku berlalu untuk sementara waktu.

Bukan, bukan maksudku menghindar darimu.
Aku hanya tak ingin melihat lagi sorot rindu yang masih tersisa di sudut matamu.
Aku tak mau merasakan lagi pancaran kasih yang dulu kau curahkan buatku.
Sisa cinta itu ada,
bahkan akan selalu ada untuk hatimu di kedalaman sana,
maka, 
karenanya,
aku menjauh darimu begitu saja.

Jangan mencariku kalau itu hanya untuk menyapa.
Karena sapamulah yang membuat niatku berubah dari semula.

Biarkan cinta yang dulu pernah ada
kini kita kubur bersama masa.
Masa yang akan kembali menyatukan kita dalam indahnya cinta bahagia
antara dua anak manusia di kehidupan kita selanjutnya.
Biarkan hanya tangan kehidupan yang akan kembali menautkan cinta kita di keabadian....