Sunday, June 15, 2014






Kejora 



Sejak dulu aku mengharapmu,
mendambamu,
bermimpi tentangmu.
Berdoa agar satu saat bisa memilikimu. 

Kejora,
pernahkah kau tahu,
aku selalu merindu untuk bisa ada di sisimu.
Menikmati kerlip sinarmu,
bermanja di keremangan cahayamu.
Berkerjab semu,
namun keteduhan menjanjikan padaku
bahwa disampingmu
sejuta damai kurasa sejak itu.

Kejora,
itulah dirimu.
Mata bintang yang menawan,
mengerjab lucu walau berbalut keangkuhan.
 
Tatap mesra dari mata bintangmu,
yang sejak dulu menjadi kekagumanku.  
Wajah menawan yang kau pamerkan,
tanpa pernah ada senyum kau ulaskan.
tapi entah mengapa aku selalu merasakan kedamaian.

Kejora,
binar cinta ini masih pantulan kasihmu.
Yang sengaja kusimpan dalam hatiku
karena ku masih mengharap hadirmu
dalam tiap malam-malamku.

Isilah mimpi ku hanya dengan pendar tulusmu.
Naungi tidurku dengan buai kasihmu.
Walau cahaya cintamu masih samar di hatiku,
biar aku merasakan hadirmu,
dekap aku dalam keremangan malam nan syahdu.
Berbalut cintamu yang berkerjab menyinari mimpiku.

Kejora,
singgahlah sejenak dalam hidupku.
Kau selalu tahu bahwa aku penuh dengan rindu.

Datang dan hadirlah padaku,
wujudkan mimpi malamku,
singgahlah di kedalalaman hatiku.
biar kurasakan kau ada di sampingku.
Nyata, 
merasakan sejuta damai dan teduhnya hatimu dalam bahagia.





catatan hati untuk seorang Bilal,





Terima kasih,
untuk luka yang kau tinggalkan.
Setidaknya aku masih bisa merasakan nikmat keindahan,
tentang anugrah cinta yang kudapatkan.

Terima kasih,untuk bilur pedih yang kau sisakan,
sehingga aku bisa ikut mengerti,
bagaimana rasanya ditinggalkan.

Ada bahagia yang tercipta,
karena aku merasa kau pernah ada dan nyata.
Ada cinta yang tetap kusimpan dalam dada,
karena cintamu yang singgah dan mengisi jiwa.

Sekali lagi terima kasih untuk kasih yang sampai saat ini menyisakan perih.
Saat menatap wajahmu dengan mata yang letih,
setidaknya aku tahu aku tak mampu
membeli hatimu dengan satu-satunya hatiku.

Ajari aku satu hal pasti,
      tak semua hati bisa dengan mudah kumiliki. 
Karena aku hanya mendambamu dengan satu hati,
satu-satunya harta yang kumiliki.




















Monday, June 9, 2014



Khayalku


Purnama terjaga diam sendiri di singgasananya, aku akan menyusulnya,
bertanya padanya, siapa jodohku yang sesungguhnya.

Berpijak pada awan gemawan,
mendaki pelangi menuju langit surgawi.
Ku coba mengintip rahasia alam,
sekilas mencari tahu garis hidup yang di tuliskan.
Adakah nama kita berdua di sandingkan,
Di tatah penuh dengan ukiran keindahan.
Untuk bersama berbagi suka duka,
meniti lembar-lembar kehidupan.
(Berharap bayangmu terlukis di antara gugusan bintang,
saat pulang kan ku petik sebagai penghias mimpi malam)
Purnama sempurna, merona.
Seperti aku yang terpana,
saat kau menyapa dan merayuku dalam romansa.
Semua begitu indahnya, ada kau dan aku, kita.
Menguntai janji sehidup semati,
tanpa pernah tahu apa yang kan terjadi, nanti.
Jarak yang terentang bukan alasan,
Waktu yang berlalu tak pula membuat jemu,
Seolah bersamamu bahagia utuh jadi milikku.
Purnama sendiri, menyepi.
Seperti aku disini,
menunggu hadirmu bawakan cinta setulus hati.
Untuk wujudkan sejuta mimpi
bahagia di taman Firdausi.